Tips
Cara Mencoba Parfum di Toko Saat Pilihannya Terlalu Banyak
Tiga kertas berlabel lebih berguna daripada belasan aroma yang tertukar. Begini membuat kunjungan ke toko terasa lebih terarah.
Masuk toko untuk mencari satu parfum bisa berakhir dengan kedua tangan penuh kertas tester. Awalnya setiap aroma terasa berbeda. Beberapa menit kemudian, kalian mulai lupa mana yang tadi disukai dan mana yang terasa terlalu manis.
Solusinya tidak harus berupa teknik rumit. Kunjungan yang lebih terarah dimulai dari jumlah pilihan yang masuk akal, cara mencatat yang sederhana, dan kesediaan untuk berhenti ketika penilaian mulai kabur. Kalian boleh pulang membawa informasi tanpa langsung membawa botol.
Datang dengan satu kebutuhan
Sampaikan tujuan dalam kalimat konkret: mencari aroma untuk kegiatan sehari-hari, ingin mengenal kayu yang tidak terlalu berat, atau ingin membandingkan dua kandidat. Tambahkan hal yang biasanya kurang disukai agar staf bisa mempersempit pilihan.
Kalau tujuan kunjungan memang eksplorasi, pilih satu keluarga aroma dahulu. Melompat dari citrus ke vanilla pekat lalu ke aroma berasap dalam waktu singkat mungkin terasa seru, tetapi belum tentu membantu menemukan pola selera.
Sebaiknya jangan memakai parfum yang sangat menonjol sebelum kunjungan. Ini saran praktis untuk mengurangi aroma lain yang ikut kalian cium, bukan syarat agar pengujian menjadi sempurna.
Satu kertas, satu nama
Gunakan blotter terpisah untuk setiap kandidat dan tulis nama lengkapnya sebelum lupa. Kertas uji memang merupakan alat yang dipakai dalam evaluasi parfum, sebagaimana dijelaskan Musée International de la Parfumerie di Grasse.
Sebagai awal, kalian bisa memilih tiga kandidat. Angka ini adalah batas kerja yang mudah diingat, bukan batas biologis yang berlaku untuk semua orang. Bila dua saja sudah cukup membuat bingung, kurangi.
Biarkan semprotan mengendap sejenak sebelum mencium. Hindari menempelkan bagian basah ke hidung atau mencampur beberapa parfum di satu kertas. Simpan kertas secara terpisah agar kalian tidak sibuk menebak identitasnya saat membandingkan kembali.
Berhenti ketika semuanya mulai terasa sama
Jika kalian terus mencium tetapi sulit menjelaskan perbedaan, ambil jeda dari area semprotan. Tidak perlu memaksa menyelesaikan semua rak. Kembali nanti atau pada kunjungan berikutnya juga merupakan pilihan yang wajar.
CHANEL menjelaskan habituasi penciuman sebagai keadaan ketika seseorang menjadi terbiasa dengan aroma yang dipakai. Penjelasan itu mengingatkan bahwa kesan penciuman tidak selalu tetap. Namun, satu sesi di toko tidak dapat digunakan untuk menentukan penyebab setiap perubahan kemampuan mencium.
Untuk keputusan belanja, cukup catat bahwa penilaian saat itu belum jelas. Jangan otomatis menyimpulkan parfum tidak punya aroma atau menambah semprotan terus-menerus sebagai jawabannya.
Bawa kandidat terpilih ke tahap pemakaian
Setelah ada satu atau dua pilihan yang menarik, minta mencoba dengan cara yang sesuai petunjuk produk. Diptyque menyarankan mencoba parfum dalam cara pemakaian sehari-hari agar perkembangan aromanya dapat dikenali.
Jangan menumpuk kandidat baru di atas area yang sudah diberi parfum lain. Kalau kalian tidak ingin mencoba pada kulit saat itu, tanyakan ketersediaan sampel resmi. Sampel tidak selalu tersedia, sehingga rencanakan kunjungan berikutnya bila diperlukan.
Berjalan sebentar dan lakukan kegiatan lain sebelum menilai lagi. Tulis tiga hal saja: bagian yang disukai, bagian yang kurang nyaman, dan apakah kalian ingin memakainya kembali. Catatan itu akan lebih berguna daripada mencoba menebak semua bahan.
Saat kembali ke staf, kalian bisa berkata, “Aku paling suka yang ini, tapi mau melihat perkembangannya dulu.” Tidak ada kewajiban membeli hanya karena sudah dibantu mencoba. Pilihan yang baik membutuhkan kesan yang cukup jelas, bukan jumlah tester terbanyak.
Foto: MART PRODUCTION / Pexels.
Referensi
Bagikan artikel
Temukan aroma pilihan Anda
Jelajahi koleksi parfum Qammaris atau kunjungi toko untuk mencoba langsung.
Lihat katalogLokasi toko